15 Jenis Iklan Mulai dari Konvensional hingga Digital beserta Objektif dan Contohnya
klan adalah cara yang cukup efektif dalam memasarkan sebuah produk atau jasa. Di dunia bisnis dan kreatif, kini ada banyak jenis iklan yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan goals dari perusahaan tersebut. Macam-macam iklan ini perlu dikenali agar strategi yang dilakukan bisa lebih efektif.
Jika kamu belum pernah mengenali ragam iklan, pastikan kamu membaca artikel kali ini hingga selesai, ya. Karena pada artikel akan dibahas mengenai jenis jenis iklan media . Semoga bermanfaat!
Ada berbagai jenis iklan yang sekarang beredar, baik di internet atau di tempat-tempat umum. Nah, setiap jenis ini memiliki objektifnya masing-masing. Tidak semua perusahaan atau bisnis membutuhkan iklan cetak, dan sebaliknya, tidak semua bisnis bisa menerapkan iklan digital. Berikut objektif atau tujuan iklan yang perlu dikenali sebelum memilih jenis-jenisnya.
Mengenalkan produk atau jasa baru
Iklan tidak hanya digunakan untuk menyampaikan promo apa saja yang sedang berlaku di sebuah bisnis. Tujuan penting dari sebuah iklan adalah mengenalkan produk atau jasa baru yang ada di sebuah perusahaan. Misalnya, ada variasi baru dari produk minuman atau ada perubahan terhadap tampilan kemasan agar masyarakat tidak bingung ketika mendapat packaging terbaru saat membelinya.
nah kita akan membahas :
iklan konvensional
iklan advertical
ikllan konsektual ( native advertising )
iklan cpc
iklan offlien
konvergensi media
digitalisasi media
1. iklan konvensional
8. Native advertising
Native advertising adalah jenis iklan digital yang cukup banyak digunakan. Iklan ini bisa diletakkan pada halaman website berupa halaman yang bisa bertahan lama tanpa terbatas durasi atau aset yang ditampilkan. Native advertising juga bisa dikombinasikan dengan hubungan antar halaman yang ada pada website tersebut.
Misalkan kamu menjual produk bantal, kemudian pada website tersebut diterbitkan artikel mengenai posisi tidur yang tepat bagi ibu hamil. Pada bagian akhir artikel, kamu bisa memberikan sedikit soft selling yang menjelaskan apa manfaat menggunakan bantal kamu dan keunggulannya. Nah, dari artikel tersebut, pembaca bisa langsung mendapatkan solusi dan tertarik mengenali produk kamu lebih jauh.
12. Iklan media cetak
Iklan jenis ini merupakan jenis iklan konvensional yang sudah digunakan sejak dahulu. Tidak hanya diletakkan di koran atau majalah, media cetak seperti brosur, selebaran, atau katalog belanja juga termasuk dalam iklan cetak. Meskipun seiring berjalannya waktu media cetak sudah mulai berkurang, tetapi iklan pada media cetak masih bisa digunakan oleh beberapa bisnis dikarenakan target pasar mereka yang masih menggunakan media tersebut. Misalnya, pada target pasar laki-laki berusia di atas 40 tahun di wilayah tertentu.
13. Iklan melalui televisi
Siaran televisi masih menjadi media yang banyak digunakan untuk mengiklankan produk atau jasa. Jenis iklan satu ini memang terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis iklan lainnya. Namun, hal ini setimpal dengan banyaknya audiens yang melihat iklan kamu di televisi. Karena seperti yang sudah diketahui bahwa televisi merupakan siaran yang bisa dicakup oleh satu negara tersebut.
Umumnya, iklan akan muncul selama 20 detik, 30 detik, atau 60 detik pada sesi iklan atau terkadang ada juga iklan yang tampil pada bagian samping atau bawah dari acara yang sedang berlangsung. Durasi waktu ini juga bisa mempengaruhi biaya iklan yang perlu dibayarkan. Selain itu, faktor lain seperti jam penayangan, frekuensi penayangan, kanal yang dipilih, dan target wilayah juga berpengaruh pada harga penempatan iklan tersebut.
14. Iklan melalui radio
Jika sebelumnya pada iklan melalui televisi aset yang ditampilkan adalah berupa konten visual, pada iklan radio ini konten yang ditayangkan berupa audio. Siaran radio memiliki frekuensi yang terbatas, tidak seluas siaran yang dimiliki televisi. Biasanya hanya dalam lingkup satu kota atau beberapa kota yang ada di dalam satu wilayah tertentu. Sehingga jenis iklan ini lebih cocok untuk kebutuhan pengiklanan yang spesifik ke sebuah wilayah saja. Namun uniknya dengan keterbatasan ini, iklan yang dibuat bisa dipersonalisasi sesuai dengan budaya di daerah tersebut. Contohnya di Jawa Timur ada sebuah iklan yang dibuat dengan bahasa daerah dan alunan musik khas daerah tersebut.
15. Direct mail advertising
Berbeda dengan newsletter, direct mail advertising akan lebih terarah dan terpersonalisasi. Umumnya, direct mail advertising akan berisikan informasi yang telah disesuaikan dengan minat kamu terhadap sebuah brand, jenis barang, atau promo yang sering kamu ikuti. Dengan personalisasi ini, tentunya pengguna akan lebih merasa “dekat” dengan bisnis kamu dan meningkatkan engagement perusahaan.
Komentar
Posting Komentar